Sinusitis adalah
suatu peradangan pada sinus yang
terjadi karena alergi atau infeksi virus, bakteri
maupun jamur. Sinusitis bisa terjadi pada salah satu dari keempat sinus yang
ada maksilaris.
Membersihkan sinus dapat dilakukan dengan Menggunakan decongestan (obat
pengencer dahak) dan obat semprot hidung. Namun, jangan menggunakan obat
semprot hidung lebih dari tiga kali sehari karena dapat memicu pembengkakan
sinus.
Jika hendak melakukan perjalanan udara, maka sebaiknya gunakan obat semprot
hidupsebelum pesawat take-off.Bila alergi terhadap sesuatu, ”maka sebaiknya
hindari kontak dengan alergen atau zat yang menyebabkan alergi. Istirahat yang
cukup. Duduk santai dengan bersandar adalah baik untuk proses pernapasan.
Rongga sinus yang sehat berisi udara dan sekresi (ingus) dari selaput
lendirnya. Bila hidung tersumbat maka sekresinya menumpuk dan terperangkap
bersama udara di dalam sinus dan menekan dinding rongga sinus sehingga
menimbulkan rasa nyeri.
Salah satu gejala sinusitis adalah rasa nyeri di daerah dimana letak
saluran sinus itu terinfeksi. Infeksi sinus frontalis menimbulkan
nyeri di dahi. Nyeri pada rahang atas dan gigi merupakan gejala infeksi sinus
maksilaris. Infeksi sinus etmoid
menimbulkan rasa nyeri di antara kedua mata, rasa nyeri kalau pinggiran hidung
disentuh, hidung tersumbat dan tidak dapat mencium.
- Gejala sinusitis lainnya adalah nafas berbau tidak sedap.
- Gejala sinusitis kronik. Secara subjektif, sinusitis kronis memberikan gejala :
- Hidung. Terasa ada sekret dalam hidung.
- Nasofaring. Terasa ada sekret pasca nasal (post nasal drip). Sekret ini memicu terjadinya batuk kronis.
- Faring. Rasa gatal dan tidak nyaman di tenggorok.
- Telinga. Gangguan pendengaran karena sumbatan tuba Eustachius.
- Kepala. Nyeri kepala / sakit kepala yang biasanya terasa pada pagi hari dan berkurang atau menghilang setelah siang hari. Penyebabnya belum diketahui pasti. Mungkin karena malam hari terjadi penimbunan ingus dalam sinus paranasal dan rongga hidung serta terjadi stasis vena.
- Mata.
Terjadi
infeksi mata melalui penjalaran duktus nasolakrimalis. Saluran napas. Terjadi batuk dan kadang-kadang terjadi komplikasi pada paru
seperti bronkitis, bronkiektasis, dan asma bronkial.
Jika
diinspeksi ke rongga mulut akan ditemui kemerahan pada tenggorokan disertai
lendir kekuningan, kadang-kadang ditemui juga ada gigi yang bolong terutama
gigi bagian atas. Jika memungkinkan untuk dilakukan rhinoskopi akan ditemui
kemerahan mukosa hidung, pembengkakan mukosa, lendir kental, hidung tersumbat
akibat pergeseran sekat hidung atau pembesaran bagian dalam hidung
kadang-kadang juga ada polip hidung.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar